Blitar, 1 Desember 2025 – SMK Indonesia Putera Kota Blitar melaksanakan kegiatan Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran siswa. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 1–5 Desember 2025 dengan melibatkan seluruh peserta didik dari kelas X, XI, dan XII.
Pelaksanaan SAS Ganjil bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa selama satu semester, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran berikutnya. Ujian dilaksanakan secara tertib, terjadwal, dan diawasi langsung oleh para pengawas ruang untuk memastikan suasana kondusif dan objektivitas penilaian.
Para siswa tampak antusias mengikuti ujian dengan penuh keseriusan. Mereka mempersiapkan diri melalui kegiatan belajar bersama, diskusi kelompok, dan bimbingan dari guru mata pelajaran. Kepala SMK Indonesia Putera menyampaikan bahwa SAS bukan hanya sekadar ujian, tetapi juga sarana melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas siswa.
Selain itu, pihak sekolah juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan semangat belajar selama ujian berlangsung. Dengan dukungan guru dan tenaga kependidikan, diharapkan seluruh siswa dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal.
Pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Ganjil di SMK Indonesia Putera Kota Blitar berjalan lancar dan tertib. Hasil ujian ini akan menjadi dasar penentuan capaian belajar siswa sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di semester berikutnya.
Blitar, 27 November 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu siswi SMK Indonesia Putera Kota Blitar. Camelia Dwi Anggraini, siswi kelas X LK B, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Pencak Silat Bupati Cup Tahun 2025.
Perlombaan yang digelar di tingkat Kabupaten Blitar ini diikuti oleh puluhan atlet pencak silat dari berbagai sekolah dan perguruan silat. Kompetisi berlangsung dengan penuh semangat dan sportivitas, menampilkan teknik serta keterampilan bela diri khas budaya Indonesia.
Camelia tampil luar biasa sejak babak penyisihan hingga final. Dengan ketekunan berlatih dan dukungan dari guru serta teman-teman sekolah, ia mampu menunjukkan performa terbaiknya dan mengalahkan lawan-lawannya. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa siswa SMK Indonesia Putera Kota Blitar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga.
Kepala SMK Indonesia Putera Kota Blitar menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Camelia. Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Blitar, 19 November 2025 – Dua siswa dari SMK Indonesia Putera turut serta dalam kegiatan Talkshow memperingati Hari AIDS Sedunia yang diselenggarakan di Aula UPT Puskesmas Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Acara ini dihadiri oleh pelajar, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS. Talkshow menghadirkan narasumber dari kalangan medis dan aktivis kesehatan yang membahas pentingnya pencegahan, pengetahuan tentang penularan, serta upaya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS.
Kedua siswa SMK Indonesia Putera yang bernama Hilda dan Intan dari kelas XI Farmasi aktif berpartisipasi dalam diskusi. Mereka menyampaikan pandangan mengenai peran generasi muda dalam menjaga kesehatan reproduksi serta pentingnya edukasi sejak dini di lingkungan sekolah. Partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam mendukung kampanye kesehatan global.
Kepala UPT Puskesmas Kepanjenkidul menyampaikan apresiasi atas keterlibatan siswa sekolah dalam kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran pelajar dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi positif kepada teman sebaya dan masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, SMK Indonesia Putera menunjukkan komitmen dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh siswa dari talkshow ini dapat ditularkan kepada seluruh warga sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat, peduli, dan bebas stigma terhadap HIV/AIDS.

